Kisah Nyata : Terjebak Krim Racikan Nggak Jelas, Beginilah Hasilnya!

by - November 22, 2018

Holla Beauties! Ada yang pernah menggunakan krim racikan dokter?
Hari ini aku mau sharing tentang pengalaman menggunakan krim racikan dokter. Bukan krim dokter dari Klinik Kecantikan terkenal seperti Natasha atau Erha ya, tapi ini krim racikan dokter yang dijual bebas. Ada klinik prakteknya sih, tapi kamu nggak diwajibkan datang kesana untuk dapetin krimnya. Curiga nggak sih?



Oktober 2017 lalu, aku melakukan treatment Laser Fractional atau Laser CO2 full face, diseluruh wajah di Natasha Clinic. Tujuannya ya ingin mempercantik wajah, aku punya keratosis di kedua pipi kanan dan kiri, seperti flek hitam kecil-kecil tapi menonjol. Karena teksturnya timbul jadi ditutup makeup pun tetap kelihatan dan mengganggu. Laser CO2 ini, bisa merejuve kulit dan menghilangkan si keratosis tadi. Sebenarnya, laser CO2 sendiri merupakan treatment melukai kulit dengan sengaja, untuk membantu regenerasi kulit yang baru. Biasanya kamu akan mencium bau hangus saat treatment ini karena ya memang kulitnya dibakar, dilukai ditempat keratosis itu muncul. Mungkin akan aku share pengalamanku lebih lanjut tentang treatment Laser CO2 di another post kalau kalian berminat, comment below yah!

Intinya, setelah treatment selesai, pasti meninggalkan bekas luka diwajah, karena laser tadi. Dokter bilang umumnya akan memudar dua minggu sampai 1 bulan kemudian. Tekstur wajahku udah membaik tapi bekas-bekas lasernya masih ada, jadi titik-titik hitam seperti flek paparan sinar matahari. Sampai bulan Desember, dan belum ada perubahan. PR-ku sebenarnya cuma tinggal hilangin bekas treatmentnya aja, ditutup foundationpun udah better sekarang karena teksturnya kan udah nggak nonjol lagi, jadi aku nggak balik ke Natasha atau pakai krim apapun. Hanya pakai facial wash buat bersihin muka aja.
Btw, ini kondisi kulitku after treatment CO2, hanya ada bekas dibagian yang dilaser saja, yang lain nggak masalah. Ini bare face, hanya aku lagi pakai krim anti iritasi.


Sampai aku ketemu tanteku dan liat kulit wajahnya yang glowing parah. Asli, ngiler. Nggak pake foundie atau bedak apapun, udah kincong dan sehat, ala korea gitu pokoknya. Cuma tinggal pulas blush on udah cantik. Biasalah cewek, nanya donk pakai apa, gimana, kok bisa. Dan tersebutlah salah satu krim wajah dari dokter yang praktek di Depok. Aku lupa namanya siapa. Jangka waktu pemakaian krim, seminggu juga udah keliatan hasilnya.

Ternyata, buat dapetin krim itu, kita nggak perlu kesana, bisa nitip beliin genks. Tinggal bilang aja kulit kamu normal apa berjerawat, udah beres. Kalau yang tanteku pakai namanya paket glowing. Karena ngeliat hasilnya secara langsung, nggak tau gimana aku percaya aja gitu. Tanteku juga buka orang yang sembarangan pake krim muka kan, jadi ya aku trust. Cuma karena ingin ngilangin bekas treatment ini dan ingin glowing instan juga sih. Haduh, jangan ditiru yah.

Sebelumnya, ini wajahku bulan Desember 2017, aku pakai makeup jadi bekas lasernya nggak kelihatan. Sayangnya nggak nemu foto bare face lain, tapi kira-kira taulah ya seperti apa kondisi wajahku dari foto bare face diatas tadi.


1 Januari 2018 tepatnya aku mulai pakai krim itu. Jadi ketemunya itu pas habis tahun baruan bareng. Aku pakai sama persis dengan yang tanteku pakai. Ada sabun cuci muka, bentuknya batangan, bening, jadi kalau mau pakai dibelah-belah gitu. Ada toner, krim siang, krim malam, dan vitamin, bentuknya seperti vitamin rambut elips, kalau mau keluarin isinya ujungnya digunting dulu gitu. Krimnya sendiri ditaruh diwadah jar untuk krim dokter pada umumnya, nggak ada label atau merk apapun, cuma tempelan kertas siang dan malam yang ditulis dengan pulpen. 1 paket cuma IDR 180,000.

Pemakaian pertama rasanya biasa aja, cuma dingin banget waktu pake tonernya. Kedua, kok mulai ngeletek-ngeletek, seperti bayi ganti kulit. Aku curiga si toner itu adalah alkohol karena dingin dan jadi perih karena ngelupas, tapi karena masih pemakaian awal terus coba, biasa pakai skincare baru kan suka cekit-cekit gitu yah. Sampai tanggal 3 Januari, pemakaian sekitar 4 kali, pagi dan malam. Ini kondisi kulit wajahku.


OMG! Bangun tidur, ngaca, pengen nangis. Ngelupas, nggak rata, dan merah. Kamu lihat deh difoto, aku jelasinnya bingung. Pokoknya jelek banget. Kalau yang titik-titik hitam yang kecil-kecil itu memang bekas laser yah. Aku share sama tanteku, dan dia bilang awalnya memang ngelupas begitu, nanti kalau sudah rata dan kulitnya baru jadi mulus. Aku pakai krimya 1x lagi.

4 Januari, STOP! Bangun tidur masih syok, nggak berani keluar rumah. Wajahku mulai kering dan terkelupas nggak rata. Aku jadi inget krim racikan abal yang dijual 10ribuan di olshop itu. Jangan-jangan ini krim gituan, haduh makkk..


5 Januari puncaknya. Kulit semakin meradang, merah kayak kepiting rebus dan panas. Mulai muncul jerawat (aku tandai lingkaran putih), dan terkelupas, lecet (lingkaran biru), jadi kulit arinya pada ngelupas gitu pas cuci muka. Iya, kulit yang berwarna putih nggak rata difoto itu, pada rontok. Perih.
Ini aku bandingkan juga dengan kulit tanganku, kelihatan kan bedanya, gimana merah dan meradangnya.
Fyi, yang kelihatan licin ini bukan minyak yah. Ini memang kulitnya kayak licin gitu loh, kaya ditempelin minyak tapi nggak berminyak. Jadi diusap tuh nggak ada minyaknya. Pagi hari pas bangun tidur sudah begitu. Kayaknya sih ini efek glowing yang dibilang itu, tapi glowing maksa.




6 Januari, dibagian hidung terkelupas juga dan panas banget, aku kasih betadine.
Ini total pemakaianku cuma 5x aja loh, langsung stop. Nggak kebayang kalau sampai sebulan atau sampai krimnya habis, amsyong deh!



Parahnya lagi, dioles Aloe Vera nya Nature Republic itu perih loh. Asli. Karena ini rasanya panas satu muka, mau aku ademin pake si aloe vera malah jadi perih donk.
Sempet bingung lah pakai apa buat ngurangin panas dan perihnya. Untungnya aku inget Hatomugi Skin Conditioner. Yang emang bisa untuk menenangkan kulit, pelembab sekaligus penyejuk, dan bahannya pun terjamin alami.
Aku pakai dengan kapas, tempel disemua wajah, terutama pipi kanan dan kiri, hampir seperti pakai masker. Barulah mulai terasa membaik, dan nggak perih sama sekali.
Besoknya aku oles Damyang Bamboo-nya The Face Shop, untuk moisture karena kan jadi kering banget.

| Baca Juga : Hatomugi Skin Conditioner, Perawatan Kulit dari Jepang

Cuma bisa pake 2 produk ini selama 2 minggu full, karena pakai yang lain perih. Hatomugi Skin Conditioner dan The Face Shop Damyang Bamboo Fresh Shooting Gel. Dalam sehari aku bisa pakai sampai 10x untuk ngeredain panas dan perihnya. Stop dulu skincare apapun, termasuk facial wash. Alhamdulilah 1 bulan kemudian wajahku normal kembali. Nggak belang, nggak kering, cuma lebih coklat dan bekas lasernya masih ada. Balik ke kondisi awal sebelum pemakaian krim racikan ini.


Setelah membaik, barulah aku berani lanjut skincare routine, aku pakai rangkaian produk Laneige Water Bank. 3 bulan pakai Laneige tekstur semakin baik dan bintik hitamnya memudar. Padahal aku nggak pakai produk pemutih apapun lho. Laneige memang terbaik!

Saran dariku, jangan coba-coba ya pakai krim racikan yang nggak jelas. Walaupun memang dibeberapa orang hasilnya benar-benar bisa se-baik itu. Tetap harus waspada, apalagi untuk penggunaan jangka panjang, karena kita nggak pernah tau apa sebenarnya isi kandungan bahannya. Aku nggak berani bilang itu krim abal sih, karena si dokter juga buka klinik dan sedia berbagai macam treatment. Tanteku pun nggak mengalami hal yang sama denganku. Mungkin memang pas kebeneran kulitku yang sensitif atau mungkin nggak cocok karena si dokter nggak pernah lihat kulitku secara langsung.

Jangan sampai ngalamin hal ini yah, masih banyak skincare aman lainnya yang dijual bebas dan sudah lulus bpom. Kalaupun mau pakai kri racikan pilih klinik terpercaya dan temui dokternya secara langsung. Be smart!


With Love,

You May Also Like

0 Komentar

Thank you so much for visited my blog. Don't forget to give some comment or suggest for me. It's can be motivating to write more post ♥